Macam-macam Majas

2/23/2019
Menurut Sodiq, dkk , majas dapat diartikan sebagai kekayaan bahasa seseorang yang dimanfaatkan dalam berkomunikasi untuk mencapai efek-efek tertentu, baik efek semantik maupun estetik. Sementara itu, Soedjito menyebutkan bahwa pengertian majas adalah bahasa berkias yang dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan memunculkan konotasi tertentu.


Macam-macam Majas

Selanjutnya Ahmad, dkk memaparkan bahwa secara umum majas dibagi menjadi empat, yaitu majas perbandingan, sindiran penegasan, dan pertentangan.

Macam-macam Majas perbandingan terbagi menjadi tujuh bentuk yaitu: personifikasi, majas yang menggambarkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat-sifat insani , metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama, asosiasi/perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi dengaja dianggap sama, alegori, merupakan majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh dan biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan symbol-simbol bermuatan moral, simbolik, yaitu majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud, metonimia, pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut, dan sinekdokhe, yaitu majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya .

Sumber gambar Kajian Sekolah .net


Majas Sindiran Majas sindiran terdiri dari empat bentuk yaitu: sinisme, majas yang menyatakan sindiran dengan mempergunakan kata-kata sebaliknya seperti ironi tapi kasar, satire adalah majas yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, ironi, yaitu majas yang mengatakan sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut, sarkasme, yakni majas yang menyatakan sindiran langsung dan kasar, gaya bahasa yang digunakan kasar bahkan kadang-kadang merupakan kutukan.

Sumber : Kajian Sekolah

0 komentar